Header Ads

Perbedaan Jasa Penerjemah (Jasa Translate)





Untuk orang-orang yang bergelut di bidang bisnis sangat kerap berhubungan dengan orang-orang asing, seperti untuk urusan ekspor-impor yang tertera di dalam berkas dokumen atau dengan negosiasi langsung. Demikian juga dalam pembuatan SOP, SIUP, akta perusahaan, TDP, MoU, peraturan perusahaan, dan juga laporan keuangan tahunan. Untuk keperluan itu, jasa translate (jasa penerjemah) sangat di butuhkan. Namun, jasa penterjemah tersumpah sangat sering menjadi kebutuhan mereka.

Sementara bagi pencari beasiswa yang ke luar negeri, jasatranslate atau jasa penerjemah yang tersumpah juga lebih diminati dikarenakan sangat banyak dokumen-dokumen personal yang bersifat confidential, yang harus diterjemahkan secara legal sebagai syarat untuk melengkapi pendaftaran.

Namun, sebelum kita akan meminta bantuan menterjemahkan pada penterjemah, ada bagusnya bagi kita untuk mengenali lebih jauh perbedaan antara jasa penerjemah tersumpah dan penerjemah biasa.
Penerjemah tersumpah ialah penerjemah yang sudah lulus dari Ujian Kualifikasi Penerjemah (UKP) dengan mendapatkan sertifikat A (rentang nilai antara 80 – 100). Ujian seperti ini biasanya diadakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dan sangat penting untuk kita ketahui, bahwasanya UKP ini sudah tidak dilaksanakan lagi sejak tahun 2010 lalu. Dan tentunya karena hal itu jasa penerjemah tersumpah menjadi layanan jasa yang makin dicari karena kelangkaannya.

Dalam Pengerjaan, jasa penerjemah tersumpah bisa dibilang memakan waktu yang paling lama. Di karenakan keterbatasan tenaga dan juga di samping itu, jasa penerjemah tersumpah juga bekerja dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, sehingga acap kali meminta konfirmasi dari konten atau isi dokumen kepada sumber pada bagian yang dirasa janggal selama pengerjaannya.

Ada terdapat perbedaan diantara penerjemah tersumpah dan penerjemah non-tersumpah. Perbedaaannya terletak pada legalitas hasil dari terjemahannya yang artinya jika kita menggunakan jasa dari penerjemah tersumpah maka akan kita lihat hasil dari terjemahannya yang bersifat legal atau bisa dianggap sama dengan dokumen yang aslinya seperti dokumen ijazah, akta kelahiran, raport, akta nikah, dan akta notaris yang menyerupakan dokumen legal sehingga dapat dipertanggungjawabkan di Depkumham dan Deplu. Sementara penerjemah biasa tidak memiliki lisensi dan terjemahannya tidak dapat di pertanggungjawabkan.

Dan ada juga perbedaan yang sangat terlihat jelas diantara penerjemah biasa dan penerjemah tersumpah yaitu tarifnya, perbedaan ini dapat mencapai 1000%, misalkan saja Rp. 10.000/halaman bagi penerjemah biasa dan Rp. 100.000/halaman untuk penerjemah tersumpah atau penerjemah yang resmi. Hal ini bisa terjadi dikarenakan penerjemah tersumpah telah memiliki sertifikasi dari lembaga penerjemahan yang terkait. Bukan berarti bahwa kita tidak boleh untuk melirik penerjemah biasa, dikarenakan tidak semua dokumen itu harus diterjemahkan oleh para penerjemah tersumpah.

Penerjemah tersumpah seyogyanya menterjemahkan dokumen-dokumen yang resmi atau dokumen yang bersangkutan dengan hukum seperti ijazah, akta lahir, akta nikah, akta kematian, akta dari notaris, akta untuk pendirian perusahaan dan yang lain-lain. Dokumen-dokumen hukum semacam inilah yang biasanya memerlukan kelegalan hasil dari terjemahannya yang terlihat dari segel penerjemah tersumpah yang tentu saja tidak bisa anda dapatkan dari para penerjemah biasa. Penerjemah tersumpah juga sering di sewa untuk mengerjakan dokumen yang penting dari perusahaan-perusahaan besar.

Tidak semua berkas atau dokumen yang harus selalu diterjemahkan oleh para penerjemah tersumpah. Misalnya kita memiliki dokumen yang biasa-biasa saja yang ingin kita terjemahkan seperti teks fiksi, novel, buku petunjuk pemakaian, atau materi promosi, anda masih bisa menggunakan jasa penterjemah biasa. Namun tentunya kita juga harus tetap selektif dalam memilih seorang ptenerjemah bahasa, dan usahakan pilihlah jasa penterjemah yang mempunyai latar belakang pendidikan bahasa asing yang baik, baik itu formal maupun non formal, pilihlah juga penterjemah yang mematok tarif tidak terlalu rendah, karena dari tarif kita bisa untuk merepresentasi mutu dari tulisan tersebut, karena sudah menjadi kebiasaan bahwasanya harga akan berdampak lurus dengan kualitasnya. Dan tentunya tidak diharuskan untuk mengontrak penerjemah tersumpah untuk menterjemahkan dokumen non hukum, asalkan tidak memerlukan cap penterjemah tersumpah untuk legalisasi. Sekarang udah bisa kan sob buat ngebedainnya ?


Tidak ada komentar